Aku ingin berdiri sejajr dengan senja…
Menceritakan apa yang kurasa…
Meleraikan segala sesak yang memenuhi rongga dada…
Aku ingin berdiri sejajr dengan senja….
Menanti malam tenggelam,, menyambut rembulan dan bintang, bersama angin….
Aku ingin berdiri sejajar dengan senja…
Menikmati senja bersama angin….
Menggugurkan dedaunan….
Menikmati keheningan, didendangi nyanyian alam…
Perlahan luruh….
Aku ingin berdiri sejajar dengan senja…
Menceritakan perjalan dari terbit mentari hingga tenggelamnya…
Meluruhkan kisah…
Melerainya bersama angin….
Aku ingin berdiri sejajar dengan senja….
Membisikkan rasa yang masih tersisa…
Hingga senja membawanya perlahan….
Aku ingin berdiri sejajar dengan senja…
Berbagi cerita….
*baca outbox di hp,, ternyata ada sebait... ditambahin deh,, mumpung lagi mood,, hehehe.
Sabtu, 21 Mei 2011
Selasa, 17 Mei 2011
Ingatanku tentang senja….
Seharian ini, duduk depan pico. Mencari bahan bacaan yang menarik, yang bisa melerai bosan…
Sudah minggu ke tiga di sukabumi (tempat tinggal orang tua ku), keseharian yang membosankan, tak ada kegiatan…. Ingin segera ke bandung, tapi ragu mempertimbangkan berbagai hal. Dan nyatanya, disini malah banyak diam….
Dipuncak kepenatan aku memandang keluar jendela kamar, melihat sinar kuning keemasan memantul dari kaca jendela depan rumah tetanggaku yang berhadapan dengan rumahku… Hari ini matahari sedang bersemangat, dari pagi sampe tadi sore matahari tak dihalangi awan untuk unjuk gigi sinarnya. Jam 16.30, aku memutuskan untuk naik ke atas rumahku, tempat jemur pakaian. Dari sana, aku bisa memandangi langit dengan bebas, warna matahari yang keemasan, juga angin sore yang terasa hangat, suara burung, gesekan dedaunan yang tertiup angin, belum lagi teriakan anak-anak yang sedang main kejar-kejaran….
Saat memandang langit, rasanya aku seperti ditarik kemasa saat aku sma, sepulang sekolah melerai kelelahan dengan memandang langit di atas rumah….
Banyak ingatan yang membekas di ingataku tentang senja…
Saat aku masih anak-anak, aku suka sekali main ke sawah, ikut bapa yang suka mancing belut,, sementara bapa mancing belut, aku dan adikku berekspedisi mengelilingi sawah, ga peduli kaki kotor, dan sinar matahari sore itu… sangat terasa hangat….
Mulai masuk Sekolah Dasar, sepulang sekolah memang tidak diperbolehkan main, karena harus istirahat dan belajar. Tapi namanya juga anak-anak, keluar diam-diam… tempat yang dituju ya sawah, entah kenapa sinar matahari sore yang keemasan itu sangat menarik, suara dedaunan yang bergesekan dengan tumbuhan, pantulannya di selokan kecil untuk pengairan di sawah itu sangat indah, apa lagi dulu airnya bening sekali….
Aku dan adikku memang petualang, berjalan terus menyusuri sawah-sawah… sampai akhirnya menemukan jalan menuju sungai…. Airnya bersih…. Senangnya main air…. Sampai akhirnya, kita memutuskan pulang karena hari mulai gelap…. Sampai di depan pintu rumah, mau membuka pintu rumah, ternyata terkunci, aku mengetuk pintu itu perlahan… tapi… “ main aja sana! Ga usah pulang” itu teriakan ibuku, sebagai hukuman karena aku dan adikku main sampe lupa waktu, saat itu ada perasaan takut, karena diteriaki ibu. Tapi, esoknya… tak ada kata jera….
Sampai akhirnya aku beranjak remaja menuju dewasa awal, ya…masa SMA… dari SMP, aku sangat suka memandang langit senja, menikmati hangatnya matahari… melerai lelah… menceritakan apa yang terjadi hari ini padanya…. Hal itu selalu kuulang tiap sore, tawa, tangis, semua curahan hatiku, aku ceritakan pada senja….
Ingat pada seorang sahabat, saat SMA… kelas tiga disibukkan dengan les tambahan menyambut ujian nasional… aku dan seorang sahabatku, ikut di salah satu lembaga bimbingan belajar… sepulang bimbel, kami berjalan menyusuri jalanan, untuk sampai dirumah dibutuhkan waktu kira-kira setengah jam… dan senja… selalu menyisakan cerita….
Saat kuliah tingkat akhir, mengikuti sebuah project di Sulawesi selatan, tepatnya Makassar, aku menikmati senja diMakassar… menyusuri Pantai Akkarena, menantikan mentari tenggelam…. Sinar keemasan membentuk garis dilaut…. Indah bukan main….
Yah… semua menyisakan kenangan indah…
Ah,, rindunya….
Sudah minggu ke tiga di sukabumi (tempat tinggal orang tua ku), keseharian yang membosankan, tak ada kegiatan…. Ingin segera ke bandung, tapi ragu mempertimbangkan berbagai hal. Dan nyatanya, disini malah banyak diam….
Dipuncak kepenatan aku memandang keluar jendela kamar, melihat sinar kuning keemasan memantul dari kaca jendela depan rumah tetanggaku yang berhadapan dengan rumahku… Hari ini matahari sedang bersemangat, dari pagi sampe tadi sore matahari tak dihalangi awan untuk unjuk gigi sinarnya. Jam 16.30, aku memutuskan untuk naik ke atas rumahku, tempat jemur pakaian. Dari sana, aku bisa memandangi langit dengan bebas, warna matahari yang keemasan, juga angin sore yang terasa hangat, suara burung, gesekan dedaunan yang tertiup angin, belum lagi teriakan anak-anak yang sedang main kejar-kejaran….
Saat memandang langit, rasanya aku seperti ditarik kemasa saat aku sma, sepulang sekolah melerai kelelahan dengan memandang langit di atas rumah….
Banyak ingatan yang membekas di ingataku tentang senja…
Saat aku masih anak-anak, aku suka sekali main ke sawah, ikut bapa yang suka mancing belut,, sementara bapa mancing belut, aku dan adikku berekspedisi mengelilingi sawah, ga peduli kaki kotor, dan sinar matahari sore itu… sangat terasa hangat….
Mulai masuk Sekolah Dasar, sepulang sekolah memang tidak diperbolehkan main, karena harus istirahat dan belajar. Tapi namanya juga anak-anak, keluar diam-diam… tempat yang dituju ya sawah, entah kenapa sinar matahari sore yang keemasan itu sangat menarik, suara dedaunan yang bergesekan dengan tumbuhan, pantulannya di selokan kecil untuk pengairan di sawah itu sangat indah, apa lagi dulu airnya bening sekali….
Aku dan adikku memang petualang, berjalan terus menyusuri sawah-sawah… sampai akhirnya menemukan jalan menuju sungai…. Airnya bersih…. Senangnya main air…. Sampai akhirnya, kita memutuskan pulang karena hari mulai gelap…. Sampai di depan pintu rumah, mau membuka pintu rumah, ternyata terkunci, aku mengetuk pintu itu perlahan… tapi… “ main aja sana! Ga usah pulang” itu teriakan ibuku, sebagai hukuman karena aku dan adikku main sampe lupa waktu, saat itu ada perasaan takut, karena diteriaki ibu. Tapi, esoknya… tak ada kata jera….
Sampai akhirnya aku beranjak remaja menuju dewasa awal, ya…masa SMA… dari SMP, aku sangat suka memandang langit senja, menikmati hangatnya matahari… melerai lelah… menceritakan apa yang terjadi hari ini padanya…. Hal itu selalu kuulang tiap sore, tawa, tangis, semua curahan hatiku, aku ceritakan pada senja….
Ingat pada seorang sahabat, saat SMA… kelas tiga disibukkan dengan les tambahan menyambut ujian nasional… aku dan seorang sahabatku, ikut di salah satu lembaga bimbingan belajar… sepulang bimbel, kami berjalan menyusuri jalanan, untuk sampai dirumah dibutuhkan waktu kira-kira setengah jam… dan senja… selalu menyisakan cerita….
Saat kuliah tingkat akhir, mengikuti sebuah project di Sulawesi selatan, tepatnya Makassar, aku menikmati senja diMakassar… menyusuri Pantai Akkarena, menantikan mentari tenggelam…. Sinar keemasan membentuk garis dilaut…. Indah bukan main….
Yah… semua menyisakan kenangan indah…
Ah,, rindunya….
Selasa, 10 Mei 2011
melerai sesak...
bismillah...
Ya robb...
Engkau anugrahkan kami rasa cinta dan kasih sayang....
tunjukkanlah kami jalan-mu...
jalan yang Engkau berkahi....
dengan rasa yang Engkau anugrahkan..
jadikanlah kami lebih berarti...
jadikanlah kami hamba yang senantiasa bergantung pada-Mu, tidak pada makhluk-Mu...
Ya Robb...
Ketika kami terjatuh, maka ingatkan kami untuk bangun dan kembali menuju jalanmu....
Ya Robb...
lindungilah kami...
#aku memang belum mengerti juga memahami jalan cerita ini, senang, sedih, perih, yang telah dan masih akan aku lalui adalah bagian dari kehidupan ini... dan aku hanya berharap Alloh akan selalu membimbingku...
sedikit kecewa dengan pernyataanmu.... maaf kawan... i'am really loving you....
tidak bermaksud menghakimi.... mungkin caraku yang tak pantas... maaf....
Ya robb...
Engkau anugrahkan kami rasa cinta dan kasih sayang....
tunjukkanlah kami jalan-mu...
jalan yang Engkau berkahi....
dengan rasa yang Engkau anugrahkan..
jadikanlah kami lebih berarti...
jadikanlah kami hamba yang senantiasa bergantung pada-Mu, tidak pada makhluk-Mu...
Ya Robb...
Ketika kami terjatuh, maka ingatkan kami untuk bangun dan kembali menuju jalanmu....
Ya Robb...
lindungilah kami...
#aku memang belum mengerti juga memahami jalan cerita ini, senang, sedih, perih, yang telah dan masih akan aku lalui adalah bagian dari kehidupan ini... dan aku hanya berharap Alloh akan selalu membimbingku...
sedikit kecewa dengan pernyataanmu.... maaf kawan... i'am really loving you....
tidak bermaksud menghakimi.... mungkin caraku yang tak pantas... maaf....
Senin, 02 Mei 2011
menanti....
Aku menunggumu disini,
Seperti tanah tandus yang merindu hujan….
Aku menunggumu disini,
Seperti bunga yang hampir layu mengharapkan hujan walau setetes….
Aku menunggumu disini,
Dikaki gunung yang akan kita daki…
Aku menunggumu disini,
Seperti senja yang menharapkan lembayung jingga…
Aku menunggumu disini,
Seperti malam yang menantikan kedatangan rembulan…
Dan kini tiba waktunya DIA mengantarkanmu untukku dalam rengkuh cinta-Nya...
Bersiap berlayar mengarungi debur kehidupan menuju ridho-Nya...
Bandung, 05 Okt’10
*revisi 3 mei 2011
Seperti tanah tandus yang merindu hujan….
Aku menunggumu disini,
Seperti bunga yang hampir layu mengharapkan hujan walau setetes….
Aku menunggumu disini,
Dikaki gunung yang akan kita daki…
Aku menunggumu disini,
Seperti senja yang menharapkan lembayung jingga…
Aku menunggumu disini,
Seperti malam yang menantikan kedatangan rembulan…
Dan kini tiba waktunya DIA mengantarkanmu untukku dalam rengkuh cinta-Nya...
Bersiap berlayar mengarungi debur kehidupan menuju ridho-Nya...
Bandung, 05 Okt’10
*revisi 3 mei 2011
Sabtu, 19 Maret 2011
buanglah sampah pada tempatnya...
Tergelitik dengan kondisi sekitar… sering kali saya melihat mau anak kecil sampe orang tua sekalipun, tangannya tuh gatel aja kl ga buang sampah sembarangan… meskipun itu cangkang permen…
Kebetulan saya orang yang suka sekali jalan-jalan GEJE (baca: Ga Jelas), dan setiap jalan-jalan saya pasti beli air mineral atau permen, supaya g terlalu bengong sendiri. Hoho.
Beberapa kali saya lihat keluarga kecil juga sedang jalan-jalan. Tergambar jelas wajah letih setelah keliling kota seharian… dan anaknya merengek ingin minum, karena udara begitu panas. Gelas plastik wadah Soft drink, di sedotnya keras, sampai kempis. Setelah diyakininya habis, gelas itu benar-benar kosong, anak tersebut menarik tangan ibunya dan bertanya, “ma, ini udah habis. Kemana-in?”. Respon mengejutkan, sang ibu berkata, “buang aja ke bawah”. Lengannya mengarah ke kolong kursi penumpang di angkot. “what???” kata itu yang menari di otak-ku…. Tuing,tuing,tuing… @_@...
Cerita selanjutnya….
Panas, kering rasanya tenggorakan, belum lagi angkot ini masih saja diam menunggu penumpang… tak lama sebuah keluarga kecil naik ke angkot, anaknya membawa gelas berisi pudding. Angkot bergerak, pudding itu sedikit tumpah mengotori kursi dan celana si anak. Tanpa aba-aba aku mengambil tissue, travel pack yang selalu kubawa. Kuberikan kepada si anak untuk membersihkan tangannya, juga kursi yang kotor. Setelah membersihkan kursi dan tangannya, si anak bertanya “dibuang kemana ini?”.
Hal yang sering kali dianggap sepele oleh semua orang, mikirnya “ah,Cuma cangkang permen” atau “ah, kan Cuma sedikit” dan hasilnya… waw,, sampah menggunung dimana-mana…
Sebenernya apa sih sampah itu??
Menurut KBBI alias Kamus Besar Bahasa Indonesia, sampah adalah barang atau benda yg dibuang krn tidak terpakai lagi. Meskipun dalam prakteknya sekarang ini sampah bukan barang yang sama sekali tidak berguna. Sampah plastic, kertas, sampah sisa makanan tertentu pun masih bisa dimanfaatkan jadi berbagai barang yang berguna…. Tapi apa mentang-mentang tak terpakai atau pun masih bisa dimanfaatkan bisa kita buang sembarangan??? Ga gitu juga kan…..
Kebiasaan membuang sampah itu harus di mulai sejak kecil, kalau belum terbiasa ya.. coba mulai biasakan diri dari sekarang… ga susah koq…
Apa yang kalian fikirkan kalau liat sampah dimana-mana berserakan ga jelas, apa lagi kalau sampai sampah itu Menuhin got,, kebayang deh baunya…. Belum lagi dampaknya… banjirr. Kalau sampah numpuk di sekitaran rumah kita tanpa di kelola dengan baik, itu bisa mengundang berbagai macam binatang… tikus, kecoa, dan binatang lain yang membawa dan mampu menularkan penyakit....
Nah, ini nih ada hal yang patut kita coba di rumah sendiri:
LANGKAH PENANGANAN SAMPAH DI TINGKAT RUMAH TANGGA
1. Dipilah: pisahkan sampah yang mudah busuk dan sampah yang tidak mudah busuk;
2. Dibuat kompos: sampah yang mudah busuk seperti bekas makanan dan sayur-sayuran dapat diolah menjadi pupuk kompos;
3. Didaur ulang: sampah yang tidak mudah busuk dapat digunakan kembali, diolah menjadi barang yang dapat digunakan kembali atau dijual untuk digunakan ulang oleh orang lain.
(http://www.esp.or.id/handwashing/media/sampah.pdf)
Kalau kalian termasuk orang yang senang jalan-jalan dan suka jajan. Sampahnya jangan dibuang dimana aja…. Sedia selalu kantong plastic kecil atau berbagai ukuran di tas kalian. Jadi, sampah bungkus makanan atau minumannya bisa dikumpulin dulu di tas kalian, setelah nemu tempat sampah umum, boleh deh tuh dibuang….
Selain itu… kita juga harus sadar, dan ngeh tentang pemisahan jenis sampah organik (sampah yg berasal dr tumbuh-tumbuhan dan mudah mengalami daur ulang, seperti sisa makanan, nasi, sayuran, dll), sampah anorganik (sampah yg terdiri atas unsur yg tidak dapat diproses secara alami, seperti plastik, kertas, besi, dll).
Jangan lupa ajak orang-orang di sekitar kita untuk menjaga kebersihan dan kesehatan diri sendiri dan sekitar kita…
Nah, apalagi yang kita tunggu.. yuk jadikan Indonesia sehat…. Hohoho. (^.^)
Kebetulan saya orang yang suka sekali jalan-jalan GEJE (baca: Ga Jelas), dan setiap jalan-jalan saya pasti beli air mineral atau permen, supaya g terlalu bengong sendiri. Hoho.
Beberapa kali saya lihat keluarga kecil juga sedang jalan-jalan. Tergambar jelas wajah letih setelah keliling kota seharian… dan anaknya merengek ingin minum, karena udara begitu panas. Gelas plastik wadah Soft drink, di sedotnya keras, sampai kempis. Setelah diyakininya habis, gelas itu benar-benar kosong, anak tersebut menarik tangan ibunya dan bertanya, “ma, ini udah habis. Kemana-in?”. Respon mengejutkan, sang ibu berkata, “buang aja ke bawah”. Lengannya mengarah ke kolong kursi penumpang di angkot. “what???” kata itu yang menari di otak-ku…. Tuing,tuing,tuing… @_@...
Cerita selanjutnya….
Panas, kering rasanya tenggorakan, belum lagi angkot ini masih saja diam menunggu penumpang… tak lama sebuah keluarga kecil naik ke angkot, anaknya membawa gelas berisi pudding. Angkot bergerak, pudding itu sedikit tumpah mengotori kursi dan celana si anak. Tanpa aba-aba aku mengambil tissue, travel pack yang selalu kubawa. Kuberikan kepada si anak untuk membersihkan tangannya, juga kursi yang kotor. Setelah membersihkan kursi dan tangannya, si anak bertanya “dibuang kemana ini?”.
Hal yang sering kali dianggap sepele oleh semua orang, mikirnya “ah,Cuma cangkang permen” atau “ah, kan Cuma sedikit” dan hasilnya… waw,, sampah menggunung dimana-mana…
Sebenernya apa sih sampah itu??
Menurut KBBI alias Kamus Besar Bahasa Indonesia, sampah adalah barang atau benda yg dibuang krn tidak terpakai lagi. Meskipun dalam prakteknya sekarang ini sampah bukan barang yang sama sekali tidak berguna. Sampah plastic, kertas, sampah sisa makanan tertentu pun masih bisa dimanfaatkan jadi berbagai barang yang berguna…. Tapi apa mentang-mentang tak terpakai atau pun masih bisa dimanfaatkan bisa kita buang sembarangan??? Ga gitu juga kan…..
Kebiasaan membuang sampah itu harus di mulai sejak kecil, kalau belum terbiasa ya.. coba mulai biasakan diri dari sekarang… ga susah koq…
Apa yang kalian fikirkan kalau liat sampah dimana-mana berserakan ga jelas, apa lagi kalau sampai sampah itu Menuhin got,, kebayang deh baunya…. Belum lagi dampaknya… banjirr. Kalau sampah numpuk di sekitaran rumah kita tanpa di kelola dengan baik, itu bisa mengundang berbagai macam binatang… tikus, kecoa, dan binatang lain yang membawa dan mampu menularkan penyakit....
Nah, ini nih ada hal yang patut kita coba di rumah sendiri:
LANGKAH PENANGANAN SAMPAH DI TINGKAT RUMAH TANGGA
1. Dipilah: pisahkan sampah yang mudah busuk dan sampah yang tidak mudah busuk;
2. Dibuat kompos: sampah yang mudah busuk seperti bekas makanan dan sayur-sayuran dapat diolah menjadi pupuk kompos;
3. Didaur ulang: sampah yang tidak mudah busuk dapat digunakan kembali, diolah menjadi barang yang dapat digunakan kembali atau dijual untuk digunakan ulang oleh orang lain.
(http://www.esp.or.id/handwashing/media/sampah.pdf)
Kalau kalian termasuk orang yang senang jalan-jalan dan suka jajan. Sampahnya jangan dibuang dimana aja…. Sedia selalu kantong plastic kecil atau berbagai ukuran di tas kalian. Jadi, sampah bungkus makanan atau minumannya bisa dikumpulin dulu di tas kalian, setelah nemu tempat sampah umum, boleh deh tuh dibuang….
Selain itu… kita juga harus sadar, dan ngeh tentang pemisahan jenis sampah organik (sampah yg berasal dr tumbuh-tumbuhan dan mudah mengalami daur ulang, seperti sisa makanan, nasi, sayuran, dll), sampah anorganik (sampah yg terdiri atas unsur yg tidak dapat diproses secara alami, seperti plastik, kertas, besi, dll).
Jangan lupa ajak orang-orang di sekitar kita untuk menjaga kebersihan dan kesehatan diri sendiri dan sekitar kita…
Nah, apalagi yang kita tunggu.. yuk jadikan Indonesia sehat…. Hohoho. (^.^)
keluarga
mmm.... terdiri dari bapa, ibu, aq, niar, uzi, adnan, naila...
semua utuh, lengkap... saling percaya, saling terbuka... berbagi tentang berbagai hal. saling mengingatkan dalam kebaikan... masalah selalu ada, tapi disinilah kita saling menguatkan....
^^
Selasa, 08 Maret 2011
nyatanya....
Ternyata memang selalu seperti ini...
Rangkaian kebahagiaan, kesedihan, kepedihan, keterpurukan, sakit, sehat, benci, suka, cinta, meninggalkan, pergi, diam, lari, marah, berlalu, takut, bimbang,kuat, perih, tawa, tangis, rindu, memilih, memutuskan, dendam, yah...semua itu terus berganti, dan semua merasakan itu....
Jika bisa memilih, tentu kita akan memilih kebahagiaan, sehat, cinta, tawa, dan semua rasa yg menyenangkan....
Tapi, inilah hidup....
Ternyata kita diharuskan merasakan semua... tak bisa memaksa semua sesuai keinginan kita,, meminta apa yang kita inginkan, kemudian menjadi nyata...
Karena nyatanya, kehidupan ini memang berputar...
Mengharapkan yang sempurna, menunggu yang paling indah, menantikan kebahagiaan.... harapan indah selalu ditunggu... tapi suatu kepastian adalah... ALLOH MEMBERIKAN APA YANG KITA BUTUHKAN BUKAN MEMBERIKAN APA YANG KITA INGINKAN!!!
Rangkaian kebahagiaan, kesedihan, kepedihan, keterpurukan, sakit, sehat, benci, suka, cinta, meninggalkan, pergi, diam, lari, marah, berlalu, takut, bimbang,kuat, perih, tawa, tangis, rindu, memilih, memutuskan, dendam, yah...semua itu terus berganti, dan semua merasakan itu....
Jika bisa memilih, tentu kita akan memilih kebahagiaan, sehat, cinta, tawa, dan semua rasa yg menyenangkan....
Tapi, inilah hidup....
Ternyata kita diharuskan merasakan semua... tak bisa memaksa semua sesuai keinginan kita,, meminta apa yang kita inginkan, kemudian menjadi nyata...
Karena nyatanya, kehidupan ini memang berputar...
Mengharapkan yang sempurna, menunggu yang paling indah, menantikan kebahagiaan.... harapan indah selalu ditunggu... tapi suatu kepastian adalah... ALLOH MEMBERIKAN APA YANG KITA BUTUHKAN BUKAN MEMBERIKAN APA YANG KITA INGINKAN!!!
Langganan:
Postingan (Atom)
