bismillah....
ga kerasa... ternyata sudah semakin dekat waktunya... 6 hari lagi... campur aduk rasanya...jadi pingin curhat.. hehehe
^.^
ini bukan hanya sekedar keputusan main-main, tapi bener-bener nyangkut kehidupan.... sisa hidup qt yang bakal dijalani barengan sama 'dy'...
semua telah difikirkan dengan matang, dari awal membangun komitmen untuk membentuk sebuah keluarga...
banyak orang bilang, fisik itu no sekian karena nanti juga jadi keriput... tapi ternyata hal tersebut menjadi faktor pendukung kenyamanan seseorang. setiap orang punya penilaian tersendiri tentang cantik atau ganteng orang lain. itu memang penilaian relatif yang menjadi hak mutlak setiap orang. ketika qt memutuskan untuk berkomitmen dengan si A atau si B, fisik juga tentunya menjadi faktor pendukung pembuat keputusan qt akan melanjutkan atau tidak. Rasululloh pun menyarankan qt untuk melihat orang yang akan nikahi. alasannya, agar qt merasa ada kecenderungan. jika dari melihat saja kita sudah tidak nyaman, bagaimana kita akan melanjutkan... yah... ini mah cuma pendapat sih. ada juga orang yang ga masalah dengan fisik.
wawasan keagamaan, buat saya mah ini penting banget. berhubung saya perempuan, maka saya butuh seorang lelaki yang bisa memimpin keluarga yang akan dibangun kelak. membaca Al-Qur'an, itu wajib lebih baik dari saya... kenapa??? karena kewajiban ayah terhadap anaknya adalah mengajarkan Al-Qur'an... Jika ingin anaknya pandai membaca Al-Qur'an, maka qt sebagai orang tua juga harus berusaha memandaikan diri. jika tak bisa belajar. itu wajib hukumnya... untuk ukuran ini, biasanya hati punya feeling kuat... apalagi kalau pake istikhoroh dengan tulus hati, insyaAlloh ditunjukkan jalannya, dan dimudahkan... :D
penghasilan, nah... yang satu ini biasanya ada yang peduli ada juga yang tidak. bukan berarti matre, tapi ini suatu hal yang perlu dipertimbangkan oleh laki-laki dan perempuan... kebutuhan rumah tangga bukan hanya sekedar makan saja, apalagi awal pernikahan... kontrakan (sewa kamar atau rumah), bayar listrik, makan sehari-hari, pakaian, alat masak, sabun cuci, sabun mandi, dan hal-hal lain yang ga lagi tergantung sama ortu... yang udah jadi anak kosan tentunya tau soal ini, dan biasanya lebih bisa mempertimbangkan.. hahaha. belum lagi, kl di bulan ke dua istri sudah hamil, biaya untuk melahirkan itu ga sedikit...
kominikasi dari sebelum menikah itu benar-benar harus dibangun... jangan sampe malu, ragu, takut kalau-kalau si dia tersinggung. karena menikah bukan untuk sehari dua hari... tapi separuh hidup qt dipertaruhkan disana... ^.^
Bismillah... saya memilihmu karena Alloh....
Minggu, 26 Juni 2011
Minggu, 29 Mei 2011
trying to ikhlas...
Bismillah....
Dua hari setelah kehilangan itu... entahlah... perasaan apa yang ada dalam hati... kadang mengikhlaskannya, tapi kadang juga menyesalinya, marah, bertanya-tanya... kenapa harus kehilangan sekarang?
Berbagai hal aku tumpahkan disana, berbagai rasa aku uraikan disana... perjalanan yang diabadikan semua terangkum disana.... perjalan yang dicatatkan... semua harus aku relakan.... tapi.....
Kecewa...
Bagian tersulit yang aku lerai dari hati....
Mengurainya menjadi ikhlas....
Yang hilang tak mungkin kembali...
Meski ada kemungkinannya kembali...
Ada dua kemungkinan yang membuat mengharapkan dan mengikhlaskan...
Kemungkinan pertama, Hilang sama sekali dan diganti dengan yang lebih baik...
Kemungkinan Kedua, kembali....
Tapi aku pun tak mau terlalu berharap... berusaha mengikhlaskan dan menyerahkan semuanya pada pemiliknya... Alloh SWT...
Kejadian ini menjadi teguran bagi ku juga keluarga ku... mungkin kita lupa bersyukur atas nikmat yang Alloh berikan... mungkin kita lupa sedekah... dan yang pasti... ini ujian buatku dan kluarga...
masyaAlloh... trying to ikhlas....
yakin bahwa Alloh punya rencana lain yang lebih Indah...
^.^
Dua hari setelah kehilangan itu... entahlah... perasaan apa yang ada dalam hati... kadang mengikhlaskannya, tapi kadang juga menyesalinya, marah, bertanya-tanya... kenapa harus kehilangan sekarang?
Berbagai hal aku tumpahkan disana, berbagai rasa aku uraikan disana... perjalanan yang diabadikan semua terangkum disana.... perjalan yang dicatatkan... semua harus aku relakan.... tapi.....
Kecewa...
Bagian tersulit yang aku lerai dari hati....
Mengurainya menjadi ikhlas....
Yang hilang tak mungkin kembali...
Meski ada kemungkinannya kembali...
Ada dua kemungkinan yang membuat mengharapkan dan mengikhlaskan...
Kemungkinan pertama, Hilang sama sekali dan diganti dengan yang lebih baik...
Kemungkinan Kedua, kembali....
Tapi aku pun tak mau terlalu berharap... berusaha mengikhlaskan dan menyerahkan semuanya pada pemiliknya... Alloh SWT...
Kejadian ini menjadi teguran bagi ku juga keluarga ku... mungkin kita lupa bersyukur atas nikmat yang Alloh berikan... mungkin kita lupa sedekah... dan yang pasti... ini ujian buatku dan kluarga...
masyaAlloh... trying to ikhlas....
yakin bahwa Alloh punya rencana lain yang lebih Indah...
^.^
tragedi 26 mei 2011
Sukabumi, Jumat, 26 Mei 2011
Adzan subuh terdengar samar ditelingaku, aku bangun langsung melipat selimbutku dan merapikan tempat tidur... semalam aku tidur di ruang tv, itu kebiasaanku kl dirumah. Memilih tidur di ruang tv, karena aq emang ga suka tidur sama adik-adik di kamar... panas...
Setelah merapihkan bekas tidur ku, aku segera ke kamar mandi. Wudlu... setelah berwudlu,aku ke kamarku... adikku masih lelap tidur.. aku memperhatikan adikku, disebelahnya ada cooling pad netbook-ku.. sambil memakai mukena, aku berfikir.... ada yang aneh, kenapa cooling pad ga ada pico (nama netbookku) di atasnya.... aku mulai panik, karena letak pico ada dekat jendela... aku langsung membangunkan adikku dan menanyakan keberadaan pico, aku mencari disegala penjuru rumah... tak ada....
PICO IS GONE..... T-T
Lemas.. aku sholat subuh tak khusyu (yah,, biasanya juga susah khusyunya)... fikiranku masih terpaut pada c putih pico....
Tulisan-tulisanku... proposal skripsi.... foto-foto perjalanan, semua....
Bingung, sedih, kaget...
masyaAlloh....
ini teguran... mungkin aq kurang sedekah... mungkin aku kurang bersyukur atas nikmat yang Alloh berikan untuk keluargaku...
berusaha melerai rasa bingung,sedih,marah....
beristighfar....
pico... selamat jalan.... semoga Alloh menggantinya dengan yang lebih baik...aamiin ya Robbal ‘alamin...
T-T
*ditulis dalam keadaan kalut, berkabung, sedih....
Adzan subuh terdengar samar ditelingaku, aku bangun langsung melipat selimbutku dan merapikan tempat tidur... semalam aku tidur di ruang tv, itu kebiasaanku kl dirumah. Memilih tidur di ruang tv, karena aq emang ga suka tidur sama adik-adik di kamar... panas...
Setelah merapihkan bekas tidur ku, aku segera ke kamar mandi. Wudlu... setelah berwudlu,aku ke kamarku... adikku masih lelap tidur.. aku memperhatikan adikku, disebelahnya ada cooling pad netbook-ku.. sambil memakai mukena, aku berfikir.... ada yang aneh, kenapa cooling pad ga ada pico (nama netbookku) di atasnya.... aku mulai panik, karena letak pico ada dekat jendela... aku langsung membangunkan adikku dan menanyakan keberadaan pico, aku mencari disegala penjuru rumah... tak ada....
PICO IS GONE..... T-T
Lemas.. aku sholat subuh tak khusyu (yah,, biasanya juga susah khusyunya)... fikiranku masih terpaut pada c putih pico....
Tulisan-tulisanku... proposal skripsi.... foto-foto perjalanan, semua....
Bingung, sedih, kaget...
masyaAlloh....
ini teguran... mungkin aq kurang sedekah... mungkin aku kurang bersyukur atas nikmat yang Alloh berikan untuk keluargaku...
berusaha melerai rasa bingung,sedih,marah....
beristighfar....
pico... selamat jalan.... semoga Alloh menggantinya dengan yang lebih baik...aamiin ya Robbal ‘alamin...
T-T
*ditulis dalam keadaan kalut, berkabung, sedih....
Minggu, 22 Mei 2011
pelajaran hari ini...
Hari ini aku belajar memahami, apa yang akan aku hadapi…
Belajar menerima apa adanya…
Belajar meredam ke egoisan…
Belajar memahami perbedaan…
Belajar mengerti….
Mungkin cerita ini tidak akan berlalu begitu saja, karena menjadi catatan sejarah….
Antara langit dan bumi, ada banyak cerita yang tidak kita ketahui…
Ada banyak rahasia yang belum terungkap…
Terkadang kita tersenyum memandang sekeliling, tapi tak jarang kita menangis menatap sekitar….
Kelu, pilu, sakit mengiris hati… terkadang terbantah senyum keikhlasan, airmata penuh kesyukuran, dan mimpi yang tak terhenti….
Membentuk segunung harapan, dan mendakinya perlahan hingga tiba di puncaknya….
*ini harus kubaca berulang kali, agar aku mengerti ….
Special for my fiancĂ©….
Belajar menerima apa adanya…
Belajar meredam ke egoisan…
Belajar memahami perbedaan…
Belajar mengerti….
Mungkin cerita ini tidak akan berlalu begitu saja, karena menjadi catatan sejarah….
Antara langit dan bumi, ada banyak cerita yang tidak kita ketahui…
Ada banyak rahasia yang belum terungkap…
Terkadang kita tersenyum memandang sekeliling, tapi tak jarang kita menangis menatap sekitar….
Kelu, pilu, sakit mengiris hati… terkadang terbantah senyum keikhlasan, airmata penuh kesyukuran, dan mimpi yang tak terhenti….
Membentuk segunung harapan, dan mendakinya perlahan hingga tiba di puncaknya….
*ini harus kubaca berulang kali, agar aku mengerti ….
Special for my fiancĂ©….
Sabtu, 21 Mei 2011
Aku ingin berdiri sejajar dengan Senja...
Aku ingin berdiri sejajr dengan senja…
Menceritakan apa yang kurasa…
Meleraikan segala sesak yang memenuhi rongga dada…
Aku ingin berdiri sejajr dengan senja….
Menanti malam tenggelam,, menyambut rembulan dan bintang, bersama angin….
Aku ingin berdiri sejajar dengan senja…
Menikmati senja bersama angin….
Menggugurkan dedaunan….
Menikmati keheningan, didendangi nyanyian alam…
Perlahan luruh….
Aku ingin berdiri sejajar dengan senja…
Menceritakan perjalan dari terbit mentari hingga tenggelamnya…
Meluruhkan kisah…
Melerainya bersama angin….
Aku ingin berdiri sejajar dengan senja….
Membisikkan rasa yang masih tersisa…
Hingga senja membawanya perlahan….
Aku ingin berdiri sejajar dengan senja…
Berbagi cerita….
*baca outbox di hp,, ternyata ada sebait... ditambahin deh,, mumpung lagi mood,, hehehe.
Menceritakan apa yang kurasa…
Meleraikan segala sesak yang memenuhi rongga dada…
Aku ingin berdiri sejajr dengan senja….
Menanti malam tenggelam,, menyambut rembulan dan bintang, bersama angin….
Aku ingin berdiri sejajar dengan senja…
Menikmati senja bersama angin….
Menggugurkan dedaunan….
Menikmati keheningan, didendangi nyanyian alam…
Perlahan luruh….
Aku ingin berdiri sejajar dengan senja…
Menceritakan perjalan dari terbit mentari hingga tenggelamnya…
Meluruhkan kisah…
Melerainya bersama angin….
Aku ingin berdiri sejajar dengan senja….
Membisikkan rasa yang masih tersisa…
Hingga senja membawanya perlahan….
Aku ingin berdiri sejajar dengan senja…
Berbagi cerita….
*baca outbox di hp,, ternyata ada sebait... ditambahin deh,, mumpung lagi mood,, hehehe.
Selasa, 17 Mei 2011
Ingatanku tentang senja….
Seharian ini, duduk depan pico. Mencari bahan bacaan yang menarik, yang bisa melerai bosan…
Sudah minggu ke tiga di sukabumi (tempat tinggal orang tua ku), keseharian yang membosankan, tak ada kegiatan…. Ingin segera ke bandung, tapi ragu mempertimbangkan berbagai hal. Dan nyatanya, disini malah banyak diam….
Dipuncak kepenatan aku memandang keluar jendela kamar, melihat sinar kuning keemasan memantul dari kaca jendela depan rumah tetanggaku yang berhadapan dengan rumahku… Hari ini matahari sedang bersemangat, dari pagi sampe tadi sore matahari tak dihalangi awan untuk unjuk gigi sinarnya. Jam 16.30, aku memutuskan untuk naik ke atas rumahku, tempat jemur pakaian. Dari sana, aku bisa memandangi langit dengan bebas, warna matahari yang keemasan, juga angin sore yang terasa hangat, suara burung, gesekan dedaunan yang tertiup angin, belum lagi teriakan anak-anak yang sedang main kejar-kejaran….
Saat memandang langit, rasanya aku seperti ditarik kemasa saat aku sma, sepulang sekolah melerai kelelahan dengan memandang langit di atas rumah….
Banyak ingatan yang membekas di ingataku tentang senja…
Saat aku masih anak-anak, aku suka sekali main ke sawah, ikut bapa yang suka mancing belut,, sementara bapa mancing belut, aku dan adikku berekspedisi mengelilingi sawah, ga peduli kaki kotor, dan sinar matahari sore itu… sangat terasa hangat….
Mulai masuk Sekolah Dasar, sepulang sekolah memang tidak diperbolehkan main, karena harus istirahat dan belajar. Tapi namanya juga anak-anak, keluar diam-diam… tempat yang dituju ya sawah, entah kenapa sinar matahari sore yang keemasan itu sangat menarik, suara dedaunan yang bergesekan dengan tumbuhan, pantulannya di selokan kecil untuk pengairan di sawah itu sangat indah, apa lagi dulu airnya bening sekali….
Aku dan adikku memang petualang, berjalan terus menyusuri sawah-sawah… sampai akhirnya menemukan jalan menuju sungai…. Airnya bersih…. Senangnya main air…. Sampai akhirnya, kita memutuskan pulang karena hari mulai gelap…. Sampai di depan pintu rumah, mau membuka pintu rumah, ternyata terkunci, aku mengetuk pintu itu perlahan… tapi… “ main aja sana! Ga usah pulang” itu teriakan ibuku, sebagai hukuman karena aku dan adikku main sampe lupa waktu, saat itu ada perasaan takut, karena diteriaki ibu. Tapi, esoknya… tak ada kata jera….
Sampai akhirnya aku beranjak remaja menuju dewasa awal, ya…masa SMA… dari SMP, aku sangat suka memandang langit senja, menikmati hangatnya matahari… melerai lelah… menceritakan apa yang terjadi hari ini padanya…. Hal itu selalu kuulang tiap sore, tawa, tangis, semua curahan hatiku, aku ceritakan pada senja….
Ingat pada seorang sahabat, saat SMA… kelas tiga disibukkan dengan les tambahan menyambut ujian nasional… aku dan seorang sahabatku, ikut di salah satu lembaga bimbingan belajar… sepulang bimbel, kami berjalan menyusuri jalanan, untuk sampai dirumah dibutuhkan waktu kira-kira setengah jam… dan senja… selalu menyisakan cerita….
Saat kuliah tingkat akhir, mengikuti sebuah project di Sulawesi selatan, tepatnya Makassar, aku menikmati senja diMakassar… menyusuri Pantai Akkarena, menantikan mentari tenggelam…. Sinar keemasan membentuk garis dilaut…. Indah bukan main….
Yah… semua menyisakan kenangan indah…
Ah,, rindunya….
Sudah minggu ke tiga di sukabumi (tempat tinggal orang tua ku), keseharian yang membosankan, tak ada kegiatan…. Ingin segera ke bandung, tapi ragu mempertimbangkan berbagai hal. Dan nyatanya, disini malah banyak diam….
Dipuncak kepenatan aku memandang keluar jendela kamar, melihat sinar kuning keemasan memantul dari kaca jendela depan rumah tetanggaku yang berhadapan dengan rumahku… Hari ini matahari sedang bersemangat, dari pagi sampe tadi sore matahari tak dihalangi awan untuk unjuk gigi sinarnya. Jam 16.30, aku memutuskan untuk naik ke atas rumahku, tempat jemur pakaian. Dari sana, aku bisa memandangi langit dengan bebas, warna matahari yang keemasan, juga angin sore yang terasa hangat, suara burung, gesekan dedaunan yang tertiup angin, belum lagi teriakan anak-anak yang sedang main kejar-kejaran….
Saat memandang langit, rasanya aku seperti ditarik kemasa saat aku sma, sepulang sekolah melerai kelelahan dengan memandang langit di atas rumah….
Banyak ingatan yang membekas di ingataku tentang senja…
Saat aku masih anak-anak, aku suka sekali main ke sawah, ikut bapa yang suka mancing belut,, sementara bapa mancing belut, aku dan adikku berekspedisi mengelilingi sawah, ga peduli kaki kotor, dan sinar matahari sore itu… sangat terasa hangat….
Mulai masuk Sekolah Dasar, sepulang sekolah memang tidak diperbolehkan main, karena harus istirahat dan belajar. Tapi namanya juga anak-anak, keluar diam-diam… tempat yang dituju ya sawah, entah kenapa sinar matahari sore yang keemasan itu sangat menarik, suara dedaunan yang bergesekan dengan tumbuhan, pantulannya di selokan kecil untuk pengairan di sawah itu sangat indah, apa lagi dulu airnya bening sekali….
Aku dan adikku memang petualang, berjalan terus menyusuri sawah-sawah… sampai akhirnya menemukan jalan menuju sungai…. Airnya bersih…. Senangnya main air…. Sampai akhirnya, kita memutuskan pulang karena hari mulai gelap…. Sampai di depan pintu rumah, mau membuka pintu rumah, ternyata terkunci, aku mengetuk pintu itu perlahan… tapi… “ main aja sana! Ga usah pulang” itu teriakan ibuku, sebagai hukuman karena aku dan adikku main sampe lupa waktu, saat itu ada perasaan takut, karena diteriaki ibu. Tapi, esoknya… tak ada kata jera….
Sampai akhirnya aku beranjak remaja menuju dewasa awal, ya…masa SMA… dari SMP, aku sangat suka memandang langit senja, menikmati hangatnya matahari… melerai lelah… menceritakan apa yang terjadi hari ini padanya…. Hal itu selalu kuulang tiap sore, tawa, tangis, semua curahan hatiku, aku ceritakan pada senja….
Ingat pada seorang sahabat, saat SMA… kelas tiga disibukkan dengan les tambahan menyambut ujian nasional… aku dan seorang sahabatku, ikut di salah satu lembaga bimbingan belajar… sepulang bimbel, kami berjalan menyusuri jalanan, untuk sampai dirumah dibutuhkan waktu kira-kira setengah jam… dan senja… selalu menyisakan cerita….
Saat kuliah tingkat akhir, mengikuti sebuah project di Sulawesi selatan, tepatnya Makassar, aku menikmati senja diMakassar… menyusuri Pantai Akkarena, menantikan mentari tenggelam…. Sinar keemasan membentuk garis dilaut…. Indah bukan main….
Yah… semua menyisakan kenangan indah…
Ah,, rindunya….
Selasa, 10 Mei 2011
melerai sesak...
bismillah...
Ya robb...
Engkau anugrahkan kami rasa cinta dan kasih sayang....
tunjukkanlah kami jalan-mu...
jalan yang Engkau berkahi....
dengan rasa yang Engkau anugrahkan..
jadikanlah kami lebih berarti...
jadikanlah kami hamba yang senantiasa bergantung pada-Mu, tidak pada makhluk-Mu...
Ya Robb...
Ketika kami terjatuh, maka ingatkan kami untuk bangun dan kembali menuju jalanmu....
Ya Robb...
lindungilah kami...
#aku memang belum mengerti juga memahami jalan cerita ini, senang, sedih, perih, yang telah dan masih akan aku lalui adalah bagian dari kehidupan ini... dan aku hanya berharap Alloh akan selalu membimbingku...
sedikit kecewa dengan pernyataanmu.... maaf kawan... i'am really loving you....
tidak bermaksud menghakimi.... mungkin caraku yang tak pantas... maaf....
Ya robb...
Engkau anugrahkan kami rasa cinta dan kasih sayang....
tunjukkanlah kami jalan-mu...
jalan yang Engkau berkahi....
dengan rasa yang Engkau anugrahkan..
jadikanlah kami lebih berarti...
jadikanlah kami hamba yang senantiasa bergantung pada-Mu, tidak pada makhluk-Mu...
Ya Robb...
Ketika kami terjatuh, maka ingatkan kami untuk bangun dan kembali menuju jalanmu....
Ya Robb...
lindungilah kami...
#aku memang belum mengerti juga memahami jalan cerita ini, senang, sedih, perih, yang telah dan masih akan aku lalui adalah bagian dari kehidupan ini... dan aku hanya berharap Alloh akan selalu membimbingku...
sedikit kecewa dengan pernyataanmu.... maaf kawan... i'am really loving you....
tidak bermaksud menghakimi.... mungkin caraku yang tak pantas... maaf....
Langganan:
Postingan (Atom)