Kamis, 11 Agustus 2011

bulan pertama...

secangkir air putih saat kau bangun subuh itu, menyambutmu saat membuka matamu...
senyuman itu tak pernah lepas dari wajah mu....

kemeja dan celana katun, pakaian kerjamu...
tas berisi netbook, pulpen, dompet...

mencium tanganmu sebelum kau pergi...
kecupan hangat dikening yang kau tinggal...
ini maniss....

perlahan melangkah keluar...
sulit rasanya melepasnya pergi walau sebentar...

inginnya selalu ada disisinya...

jam 11 tiba...
bersiap menyiapkan makan siang saat dia pulang...

adzan pun berkumandang, memasuki waktu dzuhur...
ah, ini memang belum waktunya kau pulang...
tapi tak sabar rasanya menyambutmu...

berusaha tampil menyegarkan dihadapanmu...
berdandan cantik, dan berusaha agar wangi didekatnya...

pukul 14.30..
dia tiba...
gurat lelah jelas diwajahnya...
dan dia tersenyum menatapku...

senyuman itu....

dinikmatinya santap siang yang kubuat keasinan, dia hanya tersenyum dan berkata... enak... leganya.. dia tidak marah...

dia menyandarkan punggungnya di ujung kasur. matanya perlahan tertutup... punggungnya sudah lelah menopang tubuhnya, dia tertidur... perlahan ku betulkan posisinya. dan dia terlelap....

menikmati indahnya awal ini...
dan selalu bermunajat pada-Nya... agar senantiasa indah hingga DIA mempertemukan kami kembali...

love u so much...
*special for my husband, Hadian Supriatna...

Rabu, 20 Juli 2011

jatuh cinta....

bismillah...

Sudah hampir 3 minggu aku menjadi istrinya...
Menyiapkan peralatannya kekantor, menyetrika bajunya, menyiapkan sarapan pagi untuknya, menunggunya pulang, menyiapkan makan siang untuknya, menemaninya saat istirahat sepulang kerja, mendengarkan ceritanya tentang apa yang terjadi di kantornya, berbincang tentang masa yang akan datang, menemaninya saat tidur, menunggu matanya terpejam....

semua tingkah lakunya, segala apa yang dia perlihatkan padaku, semuanya nyata, bukan sikap yang dibuat-buat...

sebagai istri, aku belum mampu melayaninya dengan baik. masih sangat banyak kekurangan....

telat menyiapkan sarapan untuknya, telat menyiapkan makan siangnya, tidak berpenampilan yang cantik untuk menyenangkan hatinya...ah, terlalu banyak yang belum kulakukan untuknya....

sikapnya yang tenang, senyumnya yang meneduhkan, tatapan khawatirnya melihatku kelelahan setelah mencuci pakaiannya, dan semua caranya mengagungkanku.... membuatku jatuh cinta padanya....

mungkin ini memang masih awal di langkah kita... tapi aku berharap, ini berlanjut hingga akhir nanti....

aku jatuh cinta..... ^.^

special for my husband, Hadian Supriatna...

Minggu, 26 Juni 2011

Alasan kenapa memilih si dia... ^.^

bismillah....

ga kerasa... ternyata sudah semakin dekat waktunya... 6 hari lagi... campur aduk rasanya...jadi pingin curhat.. hehehe

^.^

ini bukan hanya sekedar keputusan main-main, tapi bener-bener nyangkut kehidupan.... sisa hidup qt yang bakal dijalani barengan sama 'dy'...

semua telah difikirkan dengan matang, dari awal membangun komitmen untuk membentuk sebuah keluarga...

banyak orang bilang, fisik itu no sekian karena nanti juga jadi keriput... tapi ternyata hal tersebut menjadi faktor pendukung kenyamanan seseorang. setiap orang punya penilaian tersendiri tentang cantik atau ganteng orang lain. itu memang penilaian relatif yang menjadi hak mutlak setiap orang. ketika qt memutuskan untuk berkomitmen dengan si A atau si B, fisik juga tentunya menjadi faktor pendukung pembuat keputusan qt akan melanjutkan atau tidak. Rasululloh pun menyarankan qt untuk melihat orang yang akan nikahi. alasannya, agar qt merasa ada kecenderungan. jika dari melihat saja kita sudah tidak nyaman, bagaimana kita akan melanjutkan... yah... ini mah cuma pendapat sih. ada juga orang yang ga masalah dengan fisik.

wawasan keagamaan, buat saya mah ini penting banget. berhubung saya perempuan, maka saya butuh seorang lelaki yang bisa memimpin keluarga yang akan dibangun kelak. membaca Al-Qur'an, itu wajib lebih baik dari saya... kenapa??? karena kewajiban ayah terhadap anaknya adalah mengajarkan Al-Qur'an... Jika ingin anaknya pandai membaca Al-Qur'an, maka qt sebagai orang tua juga harus berusaha memandaikan diri. jika tak bisa belajar. itu wajib hukumnya... untuk ukuran ini, biasanya hati punya feeling kuat... apalagi kalau pake istikhoroh dengan tulus hati, insyaAlloh ditunjukkan jalannya, dan dimudahkan... :D

penghasilan, nah... yang satu ini biasanya ada yang peduli ada juga yang tidak. bukan berarti matre, tapi ini suatu hal yang perlu dipertimbangkan oleh laki-laki dan perempuan... kebutuhan rumah tangga bukan hanya sekedar makan saja, apalagi awal pernikahan... kontrakan (sewa kamar atau rumah), bayar listrik, makan sehari-hari, pakaian, alat masak, sabun cuci, sabun mandi, dan hal-hal lain yang ga lagi tergantung sama ortu... yang udah jadi anak kosan tentunya tau soal ini, dan biasanya lebih bisa mempertimbangkan.. hahaha. belum lagi, kl di bulan ke dua istri sudah hamil, biaya untuk melahirkan itu ga sedikit...

kominikasi dari sebelum menikah itu benar-benar harus dibangun... jangan sampe malu, ragu, takut kalau-kalau si dia tersinggung. karena menikah bukan untuk sehari dua hari... tapi separuh hidup qt dipertaruhkan disana... ^.^

Bismillah... saya memilihmu karena Alloh....

Minggu, 29 Mei 2011

trying to ikhlas...

Bismillah....
Dua hari setelah kehilangan itu... entahlah... perasaan apa yang ada dalam hati... kadang mengikhlaskannya, tapi kadang juga menyesalinya, marah, bertanya-tanya... kenapa harus kehilangan sekarang?
Berbagai hal aku tumpahkan disana, berbagai rasa aku uraikan disana... perjalanan yang diabadikan semua terangkum disana.... perjalan yang dicatatkan... semua harus aku relakan.... tapi.....
Kecewa...
Bagian tersulit yang aku lerai dari hati....
Mengurainya menjadi ikhlas....
Yang hilang tak mungkin kembali...
Meski ada kemungkinannya kembali...
Ada dua kemungkinan yang membuat mengharapkan dan mengikhlaskan...
Kemungkinan pertama, Hilang sama sekali dan diganti dengan yang lebih baik...
Kemungkinan Kedua, kembali....
Tapi aku pun tak mau terlalu berharap... berusaha mengikhlaskan dan menyerahkan semuanya pada pemiliknya... Alloh SWT...
Kejadian ini menjadi teguran bagi ku juga keluarga ku... mungkin kita lupa bersyukur atas nikmat yang Alloh berikan... mungkin kita lupa sedekah... dan yang pasti... ini ujian buatku dan kluarga...

masyaAlloh... trying to ikhlas....

yakin bahwa Alloh punya rencana lain yang lebih Indah...
^.^

tragedi 26 mei 2011

Sukabumi, Jumat, 26 Mei 2011
Adzan subuh terdengar samar ditelingaku, aku bangun langsung melipat selimbutku dan merapikan tempat tidur... semalam aku tidur di ruang tv, itu kebiasaanku kl dirumah. Memilih tidur di ruang tv, karena aq emang ga suka tidur sama adik-adik di kamar... panas...
Setelah merapihkan bekas tidur ku, aku segera ke kamar mandi. Wudlu... setelah berwudlu,aku ke kamarku... adikku masih lelap tidur.. aku memperhatikan adikku, disebelahnya ada cooling pad netbook-ku.. sambil memakai mukena, aku berfikir.... ada yang aneh, kenapa cooling pad ga ada pico (nama netbookku) di atasnya.... aku mulai panik, karena letak pico ada dekat jendela... aku langsung membangunkan adikku dan menanyakan keberadaan pico, aku mencari disegala penjuru rumah... tak ada....
PICO IS GONE..... T-T
Lemas.. aku sholat subuh tak khusyu (yah,, biasanya juga susah khusyunya)... fikiranku masih terpaut pada c putih pico....
Tulisan-tulisanku... proposal skripsi.... foto-foto perjalanan, semua....
Bingung, sedih, kaget...
masyaAlloh....
ini teguran... mungkin aq kurang sedekah... mungkin aku kurang bersyukur atas nikmat yang Alloh berikan untuk keluargaku...
berusaha melerai rasa bingung,sedih,marah....
beristighfar....
pico... selamat jalan.... semoga Alloh menggantinya dengan yang lebih baik...aamiin ya Robbal ‘alamin...
T-T

*ditulis dalam keadaan kalut, berkabung, sedih....

Minggu, 22 Mei 2011

pelajaran hari ini...

Hari ini aku belajar memahami, apa yang akan aku hadapi…
Belajar menerima apa adanya…
Belajar meredam ke egoisan…
Belajar memahami perbedaan…
Belajar mengerti….

Mungkin cerita ini tidak akan berlalu begitu saja, karena menjadi catatan sejarah….

Antara langit dan bumi, ada banyak cerita yang tidak kita ketahui…
Ada banyak rahasia yang belum terungkap…
Terkadang kita tersenyum memandang sekeliling, tapi tak jarang kita menangis menatap sekitar….

Kelu, pilu, sakit mengiris hati… terkadang terbantah senyum keikhlasan, airmata penuh kesyukuran, dan mimpi yang tak terhenti….

Membentuk segunung harapan, dan mendakinya perlahan hingga tiba di puncaknya….


*ini harus kubaca berulang kali, agar aku mengerti ….
Special for my fiancĂ©….

Sabtu, 21 Mei 2011

Aku ingin berdiri sejajar dengan Senja...

Aku ingin berdiri sejajr dengan senja…
Menceritakan apa yang kurasa…
Meleraikan segala sesak yang memenuhi rongga dada…
Aku ingin berdiri sejajr dengan senja….
Menanti malam tenggelam,, menyambut rembulan dan bintang, bersama angin….
Aku ingin berdiri sejajar dengan senja…
Menikmati senja bersama angin….
Menggugurkan dedaunan….
Menikmati keheningan, didendangi nyanyian alam…
Perlahan luruh….
Aku ingin berdiri sejajar dengan senja…
Menceritakan perjalan dari terbit mentari hingga tenggelamnya…
Meluruhkan kisah…
Melerainya bersama angin….
Aku ingin berdiri sejajar dengan senja….
Membisikkan rasa yang masih tersisa…
Hingga senja membawanya perlahan….
Aku ingin berdiri sejajar dengan senja…
Berbagi cerita….


*baca outbox di hp,, ternyata ada sebait... ditambahin deh,, mumpung lagi mood,, hehehe.