Minggu, 23 Oktober 2011

tentang sesal...

Jejak itu terekam dalam waktu..
Menantikannya terlerai bersama angin…
Namun senja memperkuat ingatan itu…
Menunggu hingga gelap sang surya..
Ternyata rembulan menggantikannya…
Meski tak seterang mentari…

Sengaja ku berdiri di sini,
Menunggunya tenggelam, hilang bersama malam…
Akan tetapi tetap saja bayangnya bersisa…
Hingga disini, aku diam tertunduk….





#postingan lama juga,, heuheu

tak temui jawab...

Aku terus berkata,

Aku terus bergerak,

Tak mengenal makna,

Tak mengenal hikmah,

Tak mengenal mimpi…

Semua hanya pengandaian kosong.

Apa yang sebenarnya berada dibalik tirai itu?
Aku sama sekali tak tau….


#postingan yang terlalu lama di draft.. :D

Selasa, 04 Oktober 2011

Alurnya...

Di detik ini aku menyadari, bahwa senja telah berlalu... 
Sementara tatapan ini tak lekang darinya, 
selalu mengukir indahnya dalam dinding hati.

Membiarkannya, selalu mewarnai hari. 
Mega, jingga, awan, dan mentari.... 
Mereka tak dapat dipisahkan.... 

Di detik ini aku menyadari,
Tentangmu dan tentangku... 
Kita selalu punya cerita... 

Sampai akhirnya, 
kita mengukirnya bersama... 
Membingkainya indah, dalam kenangan yang terpahat jelas dalam ingatan...
Dan cerita ini tak akan berhenti begitu saja...
Aku dan kamu.... 


*selalu untukmu... dengan penuh cinta.... LoVe U....

menuju senja...

Perjalanan menuju senja ini...
Dari terbit mentari hingga terbenamnya .... 
Dihiasi dengan berbagai warna... 
Kita hanya bisa melukisnya..... 
Bersamamu.... 
Menuju senja.... 

Meski selalu ada siang dan malam, dan pagi terang....
Meski terkadang hujan dan badai, dan angin menyejukkan...
 
Semua kita lalui...
Aku dan kamu... 
Menuju senja..... 

Sayang....
Perlahan... aku mencoba memahami tentangmu, menerimamu apa adanya... kemudian bersama mengukir hidup ini menuju keindahan abadi.... LoVe U..... ^-^ 

*special for Hadian Supriatna

Kamis, 11 Agustus 2011

bulan pertama...

secangkir air putih saat kau bangun subuh itu, menyambutmu saat membuka matamu...
senyuman itu tak pernah lepas dari wajah mu....

kemeja dan celana katun, pakaian kerjamu...
tas berisi netbook, pulpen, dompet...

mencium tanganmu sebelum kau pergi...
kecupan hangat dikening yang kau tinggal...
ini maniss....

perlahan melangkah keluar...
sulit rasanya melepasnya pergi walau sebentar...

inginnya selalu ada disisinya...

jam 11 tiba...
bersiap menyiapkan makan siang saat dia pulang...

adzan pun berkumandang, memasuki waktu dzuhur...
ah, ini memang belum waktunya kau pulang...
tapi tak sabar rasanya menyambutmu...

berusaha tampil menyegarkan dihadapanmu...
berdandan cantik, dan berusaha agar wangi didekatnya...

pukul 14.30..
dia tiba...
gurat lelah jelas diwajahnya...
dan dia tersenyum menatapku...

senyuman itu....

dinikmatinya santap siang yang kubuat keasinan, dia hanya tersenyum dan berkata... enak... leganya.. dia tidak marah...

dia menyandarkan punggungnya di ujung kasur. matanya perlahan tertutup... punggungnya sudah lelah menopang tubuhnya, dia tertidur... perlahan ku betulkan posisinya. dan dia terlelap....

menikmati indahnya awal ini...
dan selalu bermunajat pada-Nya... agar senantiasa indah hingga DIA mempertemukan kami kembali...

love u so much...
*special for my husband, Hadian Supriatna...

Rabu, 20 Juli 2011

jatuh cinta....

bismillah...

Sudah hampir 3 minggu aku menjadi istrinya...
Menyiapkan peralatannya kekantor, menyetrika bajunya, menyiapkan sarapan pagi untuknya, menunggunya pulang, menyiapkan makan siang untuknya, menemaninya saat istirahat sepulang kerja, mendengarkan ceritanya tentang apa yang terjadi di kantornya, berbincang tentang masa yang akan datang, menemaninya saat tidur, menunggu matanya terpejam....

semua tingkah lakunya, segala apa yang dia perlihatkan padaku, semuanya nyata, bukan sikap yang dibuat-buat...

sebagai istri, aku belum mampu melayaninya dengan baik. masih sangat banyak kekurangan....

telat menyiapkan sarapan untuknya, telat menyiapkan makan siangnya, tidak berpenampilan yang cantik untuk menyenangkan hatinya...ah, terlalu banyak yang belum kulakukan untuknya....

sikapnya yang tenang, senyumnya yang meneduhkan, tatapan khawatirnya melihatku kelelahan setelah mencuci pakaiannya, dan semua caranya mengagungkanku.... membuatku jatuh cinta padanya....

mungkin ini memang masih awal di langkah kita... tapi aku berharap, ini berlanjut hingga akhir nanti....

aku jatuh cinta..... ^.^

special for my husband, Hadian Supriatna...

Minggu, 26 Juni 2011

Alasan kenapa memilih si dia... ^.^

bismillah....

ga kerasa... ternyata sudah semakin dekat waktunya... 6 hari lagi... campur aduk rasanya...jadi pingin curhat.. hehehe

^.^

ini bukan hanya sekedar keputusan main-main, tapi bener-bener nyangkut kehidupan.... sisa hidup qt yang bakal dijalani barengan sama 'dy'...

semua telah difikirkan dengan matang, dari awal membangun komitmen untuk membentuk sebuah keluarga...

banyak orang bilang, fisik itu no sekian karena nanti juga jadi keriput... tapi ternyata hal tersebut menjadi faktor pendukung kenyamanan seseorang. setiap orang punya penilaian tersendiri tentang cantik atau ganteng orang lain. itu memang penilaian relatif yang menjadi hak mutlak setiap orang. ketika qt memutuskan untuk berkomitmen dengan si A atau si B, fisik juga tentunya menjadi faktor pendukung pembuat keputusan qt akan melanjutkan atau tidak. Rasululloh pun menyarankan qt untuk melihat orang yang akan nikahi. alasannya, agar qt merasa ada kecenderungan. jika dari melihat saja kita sudah tidak nyaman, bagaimana kita akan melanjutkan... yah... ini mah cuma pendapat sih. ada juga orang yang ga masalah dengan fisik.

wawasan keagamaan, buat saya mah ini penting banget. berhubung saya perempuan, maka saya butuh seorang lelaki yang bisa memimpin keluarga yang akan dibangun kelak. membaca Al-Qur'an, itu wajib lebih baik dari saya... kenapa??? karena kewajiban ayah terhadap anaknya adalah mengajarkan Al-Qur'an... Jika ingin anaknya pandai membaca Al-Qur'an, maka qt sebagai orang tua juga harus berusaha memandaikan diri. jika tak bisa belajar. itu wajib hukumnya... untuk ukuran ini, biasanya hati punya feeling kuat... apalagi kalau pake istikhoroh dengan tulus hati, insyaAlloh ditunjukkan jalannya, dan dimudahkan... :D

penghasilan, nah... yang satu ini biasanya ada yang peduli ada juga yang tidak. bukan berarti matre, tapi ini suatu hal yang perlu dipertimbangkan oleh laki-laki dan perempuan... kebutuhan rumah tangga bukan hanya sekedar makan saja, apalagi awal pernikahan... kontrakan (sewa kamar atau rumah), bayar listrik, makan sehari-hari, pakaian, alat masak, sabun cuci, sabun mandi, dan hal-hal lain yang ga lagi tergantung sama ortu... yang udah jadi anak kosan tentunya tau soal ini, dan biasanya lebih bisa mempertimbangkan.. hahaha. belum lagi, kl di bulan ke dua istri sudah hamil, biaya untuk melahirkan itu ga sedikit...

kominikasi dari sebelum menikah itu benar-benar harus dibangun... jangan sampe malu, ragu, takut kalau-kalau si dia tersinggung. karena menikah bukan untuk sehari dua hari... tapi separuh hidup qt dipertaruhkan disana... ^.^

Bismillah... saya memilihmu karena Alloh....